Bismillahirrohmanirrohim.
Singkat sejarah Habibana Abdullah bin Ja'far Assegaf.
Abahnya sering bercerita, ada satu keluarga mempunyai empat orang putra. Keempat puteranya itu menjadi orang besar kerana putra pertamanya lebih dahulu menjadi orang besar…
Tiba di persekitaran sekolah pondok yang asri, perasaannya yang dari semula memang tidak tertarik dengan dunia pesantren tidak juga berubah. Masa-masa di SD dan SMP masih teramat indah tertanam di benaknya. Hobinya terhadap pelajaran Matematik dan ilmu-ilmu pengetahuan alam sejak duduk di bangku SD telah melahirkan tekad dalam hatinya untuk meneruskan pendidikan di sekolah-sekolah umum hingga tahap yang paling tinggi.
"Ente bener mau tinggal di pesantren?"Soalan-soalan ringan itu tiba-tiba membuyarkan angan-angannya. Namun wibawa dan karisma penanya yang berada di hadapannya itu membuatnya tidak mampu berfikir jawapan apa yang harus diucapkannya.
“Mau, Bib. "
“Bener betah? Di pesantren nggak enak. Di pesantren makannya tempe. Di sisni tidurnya nggak enak. Semuanya nggak enak.”
“Bener, Bib. "
Tiba-tiba sang penanya yang penuh kharisma tadi memanggil salah seorang santri yang masih sangat kecil. Kira-kira ia duduk di bangku SD.
“Masmuk (siapa namamu)?” tanya sang habib kepada santri kecil itu.
“Ismi Fulan (Namaku Fulan)."
Setiap pertanyaan yang diajukan dijawab oleh santri belia itu dengan bahasa Arab yang fasih dan benar.
Tanpa disadari, pemandangan itu sangat menyentuh bathinnya. Hatinya mulai berkecamuk. Tanpa disadari, hatinya berbisik, “Ya Allah, anak kecil ini bukan habaib, bukan orang Arab, tetapi begitu fasihnya menuturkan ungngkapan-ungkapan percakapan bahasa Arab. Sedangkan aku sendiri, salah seorang dzurriyyah Rasulullah SAW, cucu para kakek yang alim, tidak tahu sama sekali ihwal bahasa Arab.”
Itu Sejak jam, hatinya mulai tertarik pada dunia pesantren. Tekadnya untuk menguasai ilmu-ilmu agama, tanpa disadarinya, mulai tumbuh dalam hatinya. Kharisma yang terpancar dari pribadi besar, yang tidak lain adalah Habib Hasan Baharun, pengasuh PP Darul Lughah Waddakwah, Bangil, yang kemudian menjadi guru futuhnya, telah merasuk ke dalam sanubarinya, membuyarkan semua angan dan cita-cita yang selama itu di pendamnya untuk melanjutkan pendidikan di sekolah umum.
Siapakah sosok anak muda itu? Tak lain dialah Habib Abdullah bin Ja`far Assegaf.
Harus Tetap Melihat kepada Kakak
Selepas menjamu tim alKisah berbuka puasa di Sekretariat Majelis Nurul Musthofa, Jln. R.M. Kahfi 1 Gg. Manggis, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, sebelum mengimami shalat Tarawih, Habib Abdullah menuturkan kisah-kisah pengalamannya, dari masa kanak-kanak hingga aktivitasnya terjun di dunia dakwah,
Habib Abdullah, atau lengkapnya Habib Abdullah bin Ja`far bin Umar bin Ja`far bin Syeckh bin Segaf Assegaf, lahir di Empang Bogor pada hari Senin 8 Jun 1981, bertepatan dengan 5 Sya`ban 1401 H.
Ia adalah putra kedua pasangan Habib Ja`far Assegaf dengan Syarifah Fathmah binti Hasan bin Muhsin bin Abdullah bin Muhsin Al-Attas. Ia adik kandung Habib Hasan bin Ja`far Assegaf, pengasuh dan pendiri Majelis Nurul Musthofa. Kedua adiknya yang juga kini sudah terjun di dunia dakwah adalah Habib Musthofa dan Habib Qosim.
Sejak kecil Habib Abdullah dididik dengan pendidikan agama yang ketat. Sang ayah, Habib Ja`far, sangat keras dalam mengawasi perkembangan anak-anaknya, terutama dalam hal menanamkan pengetahuan agama. Tak menghairankan, di samping belajar di madrasah, Habib Abdullah juga belajar ngaji kepada seorang ustadz yang sengaja dipanggil datang ke rumah.
Di usia tujuh tahun, Habib Abdullah sudah diwajibkan untuk tidak lepas membaca Ratib Al-Attas selepas shalat Maghrib.
Setelah ratiban, selepas shalat Maghrib, ia berangkat ke madrasah sampai jam setengah sembilan malam. Sedangkan di pagi harinya, ia belajar di SDN Empang 2 Bogor. “Waktu itu Abah selalu berpesan, ‘Kamu harus jadi orang alim. Tapi kamu harus tetap melihat kepada kakak kamu (Habib Hasan)’.”
Habib Abdullah menuturkan bahwa abahnya sering bercerita, ada satu keluarga mempunyai empat orang putra. Keempat putranya itu menjadi orang besar karena putra pertamanya lebih dahulu menjadi orang besar. “Abah bilang, insya Allah kakakmu, Hasan, bakal jadi.” Karenanya, sejak kecil, Habib Abdullah selalu disarankan oleh abahnya untuk mengikuti jejak kakaknya, Habib Hasan. Itulah sebabnya, baginya, Habib Hasan bukan sekadar kakak, tetapi juga guru dan pembimbing yang diteladaninya.
Lulus dari SD tahun 1993, Habib Abdullah melanjutkan belajar ke SMPN 10 Cipaku dan lulus tahun 1996.
Setamat dari SMP, ia, yang selama itu selalu meraih peringkat sepuluh besar dan sangat menyukai pelajaran Matematika dan Fisika, tidak memiliki tekad lain kecuali masuk ke sekolah menengah atas favorit. Maka ia pun mendaftarkan diri dan diterima di SMAN 4 Bogor.
Namun ternyata sang ayah tidak mengizinkannya untuk melanjutkan ke sekolah umum, dan bermaksud memasukkannya ke pesantren. Meski demikian Habib Abdullah tetap bersikeras untuk tetap melanjutkan pendidikan di sekolah umum, sampai-sampai ayahnya berkata, “Abah masukin kamu SD, SMP, biar bisa baca tulis, biar enggak dibohongin orang. Abah mau kamu mendalami agama. Kalau mau melanjutkan ke sekolah umum, silakan cari duit sendiri.”
“Tapi waktu itu saya tetap keukeuh dengan pendirian untuk masuk ke sekolah umum sampai-sampai Abah ngediemin saya,” kata Habib Abdullah mengenang abahnya, yang wafat tahun 2002.
Setelah kurang lebih enam bulan lamanya, akhirnya Habib Abdullah menyerah. “Ya udah deh, Abah, saya nyerah, terserah Abah aja kalau memang mau masukin saya ke pesantren.”
Selama enam bulan itu, Habib Abdullah meniru apa yang dilakukan Habib Hasan. Setiap hari yang dilakukannya hanya pulang-pergi dari rumah ke masjid.
Tidak lama kemudian Habib Abdullah dikirim ke pesantren Habib Nagib di Bekasi.
Namun baru beberapa hari, suasana pesantren, yang sama sekali baru bagi Habib Abdullah, sudah membuatnya tidak kerasan, terlebih lagi sejak awal ia tidak berminat untuk masuk ke pesantren. “Saya pun langsung nelepon Abah, saya sengaja bikin-bikin kisah-kisah yang nggak enak ke Abah…. Pokoknya yang penting waktu itu saya bisa pulang.”
“Sudah bisa baca Maulid belum?"
“Belum, Abah.”
“Nggak bisa. Kalau sudah bisa baca Maulid, kamu baru boleh pulang.”
Mendengar kata-kata sang ayah, akhirnya Habib Abdullah menggunakan waktu sepenuhnya untuk mempelajari Maulid, agar secepatnya bisa pulang. Kurang lebih tiga bulan lamanya, dan Maulid Al-Habsyi pun sudah dikuasainya dengan baik.
Habib Abdullah pun kemudian dijemput pulang kembali ke Empang.
Di pertengahan tahun 2007, Habib Abdullah diantar oleh Habib Hasan menuju Pesantren Darullughah Waddakwah (Dalwa). Di pesantren inilah, setelah bertemu dengan Habib Hasan Baharun, pandangan Habib Abdullah tentang pesantren dan dunianya mulai berubah. Mulai saat itu tekad dan cintanya sepenuhnya untuk pesantren.
“Waktu itu, ketika dites, karena semua materinya kebanyakan bahasa Arab, sedangkan membaca Al-Qur’an saja yang saya bisa, akhirnya saya pun ditempatkan di kelas III Ibtidaiyah Diniyah.” Adapun untuk Mu`adalahnya (sekolah persetaraan)-nya, Habib Abdullah tetap melanjutkan ke tingkat Aliyah hingga tamat dan mendapatkan ijazah.
Tahun 2000 adalah tahun duka bagi Habib Abdullah. Pada tahun itu, sang guru ruhani, Habib Hasan Baharun, dipanggil oleh Allah SWT. Pada tahun itu juga, Habib Abdullah mohon diri kepada Habib Zein bin Hasan Baharun, penerus Habib Hasan, untuk melanjutkan pendidikan Diniyahnya ke Hadhramaut di bawah tanggungan Habib Abdullah Krasak, yang masih termasuk keluarga dari ibunya.
Namun Allah berkehendak lain. Sebelum ia berangkat ke Hadhramaut, Habib Abdullah Krasak sudah terlebih dahulu dipanggil menghadap Allah SWT.
Sepeninggal Habib Abdullah Krasak, Habib Abdullah meminta pendapat Habib Shodiq Baharun, adik Habib Hasan Baharun, untuk langkah selanjutnya. Atas saran beliau, Habib Abdullah diminta untuk datang ke Darul Musthofa, Batik Keris, Hanya, untuk membantu-bantu Habib Sholeh, pengasuh pesantren.
Di Solo, selain membantu di Darul Musthofa, Habib Abdullah juga aktif mendatangi majelis Habib Anis Solo untuk menimba ilmu kepada beliau.
Belum setahun tinggal di Darul Musthofa, Habib Hasan, yang waktu itu sudah memiliki majelis yang besar, meneleponnya untuk kembali ke Jakarta. Habib Hasan memintanya agar aktif membantu di Majelis Nurul Mushthofa. “Karena keinginan Habib Hasan tidak lain hanya agar masyarakat Jabodetabek ini, khususnya, dan masyarakat Indonesia, pada umumnya, mengenal dan mencintai Rasulullah, untuk membatu dan meneruskan apa-apa yang sudah dilakukan oleh para alim ulama, asatidz, kiai, dan habaib, selama ini,” kata Habib Abdullah.
China, selain diamanati sebagai ketua Yayasan Nurul Mushthofa, Habib Abdullah juga dipercaya untuk mengasuh Nurul Mushthofa wilayah Ciganjur dan sekitarnya serta mendampingi Habib Hasan di setiap kegiatan gabungan majelis Nurul Mushthofa.
Tahun 2004, Habib Abdullah menikah dengan Syarifah Fathimah binti Umar bin Alwi Al-Haddad dan kini sudah dikaruniai tiga orang putra. “Yang tertua bernama Muhammad, kedua Abdurrahman, dan yang ketiganya masih dalam kandungan.”
“Ganti Namanya dengan Nama Ane”
Sebelum mengakhiri kisahnya, Habib Abdullah menuturkan satu kenangan terindah bersama Al-Walid Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf, meskipun ia sendiri belum sempat mengaji kepada beliau.
Ketika putra keduanya lahir, Habib Abdullah memberinya nama “Muhsin”, mengambil dari nama kakeknya, Habib Muhsin bin Abdullah bin Muhsin Al-Aththas. Namun putranya itu lahir dalam kondisi sangat kritis.
Dalam situasi semacam itu, Habib Abdullah hanya pasrah kepada Allah. Ia pun shalat Hajat dan memohon kesembuhan sang putra tercintanya. Tapi hari demi hari kondisi sang putra belum juga menunjukkan tanda-tanda adanya perubahan.
Melihat situasi seperti itu, Habib Hasan, sang kakak, menyarankan agar Habib Abdullah pergi menemui Al-Walid Habib Abdurrahman Assegaf Bukit Duri untuk meminta “air”, karena beliau adalah wali min awliyaillah, wali di antara wali-wali Allah.
Tanpa pikir panjang lagi, Habib Abdullah segera menuju ke kediaman Al-Walid dan mengutarakan maksud dan tujuannya.
“Nama anak ente siape?"
“Muhsin, Bib. "
“Dari mane nama itu diambil?"
“Ane ambil dari nama kakeknya, Bib. Muhsin bin Abdullah bin Muhsin Al-Aththas.”
Mendengar nama itu, Al-Walid diam sejenak.
“Emang namanya keberatan, Bib. "
“Ah, enggak. Bagus… bagus…."
Setelah minta air dan didoakan, Habib Abdullah pun segera mohon diri untuk kembali ke rumah sakit.
Namun belum lagi sampai di pintu majelis, tiba-tiba Al-Walid berseru, “Walad, ta`al… (Nak, sini…)."
Dengan wajah terkejut Habib Abdullah segera kembali menghampiri Al-Walid, yang masih duduk di tempat shalatnya.
“Ente mau anak ente sembuh, sehat.”
“Ye, Bib. "
“Ganti namanya dengan nama ane.”
Sontak saja, kata-kata Al-Walid, yang tidak diragukan lagi kewaliannya itu, bagaikan hujan membasahi bumi yang tengah kering kerontang dilanda kemarau panjang.
Tanpa menunda, saat itu juga Habib Abdullah langsung menelepon agar nama “Muhsin” yang diubah menjadi “Abdurrahman”.
“Alhamdulillah, mulai saat itu juga kondisi Abdurrahman berangsur-angsur membaik,” kata Habib Abdullah. “Ini sungguh merupakan keajaiban dari Allah…."
(RISGA) REMAJA ISLAM GURU ALIP
Minggu, 07 Juni 2020
Selasa, 05 November 2019
JUAL BEE JELLY
Assalamu'alaikum Temen-Temen...
Kalian tau gak?
Pasti gak tau kan... Jadi sekarang kami jual Bee Jelly nihh, ada yang tau gak Bee Jelly itu apa?
Jadi Bee Jelly itu :
Bee Jelly adalah minuman kesehatan alami tanpa bahan kimia tambahan dan pengawet seperti taurin dan caffein. Kombinasi sempurna dari madu murni dan royal jelly yang menjaga tubuh agar tetap prima.
Rp 45.000- / Pack
Kalian tau gak?
Pasti gak tau kan... Jadi sekarang kami jual Bee Jelly nihh, ada yang tau gak Bee Jelly itu apa?
Jadi Bee Jelly itu :
Bee Jelly adalah minuman kesehatan alami tanpa bahan kimia tambahan dan pengawet seperti taurin dan caffein. Kombinasi sempurna dari madu murni dan royal jelly yang menjaga tubuh agar tetap prima.
Tag
Komposisi
Madu murni, Royal jelly
Indikasi
Meningkatkan vitalitas tubuh dan membantu proses pemulihan/regenerasi sel
Dosis
Sesuai kebutuhan
Penyajian
Diminum sesudah makan
Rp 30.000/Pack
Pabrik
PT. Madu Murni Nusantara
Yuk temen temen yang mau order bisa langsung hubungi saja
085591232547
Senin, 04 November 2019
JUAL HONEY MILK
Assalamu'alaikum Teman-Teman...
Ada yang baru nihh jadi sekarang kami jual Susu Madu (Honey Milk) dan sekarang lagi ada promo lohhhh...
Rp. 8.500,-
- Deskripsi Produk
Honey Milk minuman yang menggabungkan susu dan madu dengan kualitas terbaik. Terbuat dari susu segar pilihan dan madu alami disajikan dalam kemasan praktis, mudah diminum.
Honey Milk adalah minuman sehat bagi seluruh keluarga yang ingin merasakan nikmatnya sensasi kesegaran dari dua kebaikan alam dalam satu kemasan.
- Membantu melancarkan peredaran darah.
- Membantu mempertahankan stamina tubuh yang prima
- Membantu menambah daya tahan tubuh
- Menurunkan tingkat stress
Dikemas dalam karton ukuran 200 ml.
Manfaat
- Membantu melancarkan peredaran darah.
- Membantu mempertahankan stamina tubuh yang prima
- Membantu menambah daya tahan tubuh
- Menurunkan tingkat stress
-
Keunggulan
Diolah secara alami dan higienis, tanpa bahan pengawet, pemanis buatan, dan bahan pewarna
Yuk yang mau pesan tinggal order aja ke nomor
085591232547
cakupan wilayah Jakarta Selatan sekitarnya...
Yuk yang mau pesan tinggal order aja ke nomor
085591232547
cakupan wilayah Jakarta Selatan sekitarnya...
Senin, 28 Oktober 2019
MANFAAT WEBSITE
Assalamualaikum Temen-Temen...
Ada yang tau gak nih manfaat website itu??
Yaaa kalau ada yang belum tau saya kasih tau nihh...
Jadi manfaat website itu..

Semoga bermanfaat 😎
Rabu, 23 Oktober 2019
JUAL JUS MADU KELENGKENG
Assalamu'alaikum
Halo teman teman, disini mimin mau ngasih info nih. Jadi mimin sekarang jual JUS MADU KELENGKENG nihhhh....
temen temen kan udah tau nih manfaatnya minum madu, nah yuk silahkan temen temen bisa langsung pesan JUS MADU KELENGKENG.
LANGSUNG ORDER AJA TEMAN TEMAN. selengkapnya bisa langsung hubungi mimin
no wa ; 085591232547
Alamat tertera, atas nama Ibu Nurmawati
Halo teman teman, disini mimin mau ngasih info nih. Jadi mimin sekarang jual JUS MADU KELENGKENG nihhhh....
Jus Kelengkeng Madu Nusantara 200 ml
Jus madu nusantara kelengkeng berkualitas tinggi dan terbuat dari madu bunga kelengkeng ini diproduksi dalam kemasan siap minum.
Diminum saat cuaca panas atau habis olahraga, bikin badan segar kembali.
Lebih terasa segarnya bila diminum dalam kondisi dingin.
Kandungan madu jus nusantara memberikan manfaat madu murni yang baik, seperti meningkatkan imun tubuh, menjaga agar tidak mudah batuk, pilek, selain itu juga baik untuk maag.
Dengan rutin minum jus madu Nusantara bunga kelengkeng 200 ml ini maka stamina dan kesehatan akan terjaga dan memberikan tubuh tenaga untuk aktifitas harian Anda.
Diminum saat cuaca panas atau habis olahraga, bikin badan segar kembali.
Lebih terasa segarnya bila diminum dalam kondisi dingin.
Kandungan madu jus nusantara memberikan manfaat madu murni yang baik, seperti meningkatkan imun tubuh, menjaga agar tidak mudah batuk, pilek, selain itu juga baik untuk maag.
Dengan rutin minum jus madu Nusantara bunga kelengkeng 200 ml ini maka stamina dan kesehatan akan terjaga dan memberikan tubuh tenaga untuk aktifitas harian Anda.
Rp. 7.500,-
Rp. 6.500,-
LANGSUNG ORDER AJA TEMAN TEMAN. selengkapnya bisa langsung hubungi mimin
no wa ; 085591232547
Alamat tertera, atas nama Ibu Nurmawati
AKU DENGAN MADU
" Berdasarkan Al-Quran dan hadis, madu sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan dan menyembuhkan manusia dari penyakit. Meskipun demikian, secara medis ada hal-hal tertentu yang mesti disikapi secara hati-hati terkait konsumsi madu.”
Khasiat Madu dalam Kajian Medis=
* Mengobati sakit kulit
Madu berkhasiat mengobati sakit kulit seperti borok dan bisul. Cara pengobatannya pun terbilang mudah. Madu yang cair dipanaskan sehingga menjadi adonan lunak menjadi lem lebah. Setelah itu, lem lebah dilipat dan diletakkan di atas kulit yang terluka kemudian dibalut dengan kain tipis. Sehingga kulit yang terluka itu menjadi kering dan berjatuhan.
* Mengobati penyakit wanita
Institut Kedokteran Algerm telah mempraktikkan penggunaan lem lebah untuk mengobati berbagai macam penyakit wanita seperti radang leher rahim, radang vagina, maupun luka nanah leher rahim.
Menurut Institut tersebut, wanita yang mengalami sakit radang leher rahim maupun radang vagina harus dibersihkan terlebih dulu vaginanya dari berbagai macam kotoran. Setelah bersih, kain tipis yang bersih diolesi dengan obat gosok lem lebah. Lalu kain tersebut diletakkan di tempat yang radang tersebut. Maka penyakitnya akan membaik setelah 12 jam.
* Mengobati sakit pernapasan
Seorang dokter bernama Urich telah mengobati berbagai macam penyakit pernapasan seperti penyakit paru-paru, radang hidung, pilek, maupun radang saluran pernafasan dengan menggunakan lem lebah.
Cara pengobatannya, 60 gram lem lebah dan 40 gram intisari madu diletakkan di sebuah wadah alumunium dengan kapasitas 300 hingga 400 ml. Lalu wadah yang berisi lem lebah dan intisari madu tersebut diletakkan di dalam wadah stainless berisi air mendidih.
ada saat proses inilah, zat-zat aktif fetonsedat dalam lem lebah akan memanas dan menguap bersama air. Uap inilah yang harus dihisap oleh para penderita penyakit saluran pernafasan sebanyak dua kali sehari sampai penderita sembuh dari penyakit yang dideritanya.
* Penyakit mata
Dr Mosahrankof berhasil mengobati penyakit mata dengan dengan menyuntikkan cairan madu sebanyak 0,3 hingga 1 persen ke dalam kantong konjungtifa (selaput pada pelupuk mata). Setelah itu, pasien yang berpenyakit mata akan mengalami penurunan rasa sakit pada matanya. Selain itu pusing yang diderita penderita penyakit mata juga berkurang hingga sembuh.
* Mengobati sakit pencernaan
Dr Gorpateno melakukan pengobatan terhadap para pasiennya yang mengalami luka di usus. Dia memberikan 50 hingga 60 tetes cairan madu satu setengah jam sebelum pasien tersebut makan sebanyak tiga kali sehari. Masa penyembuhan itu berlangusng dalam jangka waktu tiga hingga empat pekan.
Minggu, 14 Oktober 2018
Senin, 20 Maret 2017
MY HOBY
MY HOBI
HADROH VS BULUTANGKIS
Bermain hadroh iyalah hobi saya , saya memiliki grup hadroh yg bernama HADROH RISGA.
Hadroh risga di bentuk pada tahun 2015 pada saya kelas7 . saya bermain hadroh pada malam
jumat di musolah tercinta saya yaitu musolah Al-Barkah .Dan hobi saya lg ialah membaca salawatan.Selain bermain hadroh hobi saya lagi iyalah bermain bulutangkis. Saya mulai gemar bermain bulutangkis pada usia 10 thn . Saya awalnya tidak bisa memainkannya ttp saat saya berusia 12 tahun saya mulai handal memainkannya . Saya pernah memenangkan pertandingan bulu tangkis pada saat 17san . Pada saat itu saya berusia 13 thn saya bisa menang dari tmn saya yg usianya di atas saya .
Minggu, 19 Maret 2017
AKU DENGAN MADRASAH
Aku Dan Madrasah
Pada tahun 2014, aku mulai masuk di Madrasah sebagai siswa baru, saat awal masuk sekolah saya merasa belum nyaman dengan peraturan di Madrasah ini, namun seiring jalannya waktu saya membiasakan untuk mematuhinya dan ternyata peraturan itu sangat bermanfaat bagi saya dan kelancaran belajar saya di sekolah.
Dan dahulu saya memiki satu teman karna saya orang yg termaksud susah untuk bersosialisasi namun saya harus merubah sikap kejelekan saya itu seiring bertambahnya usia saya, dan sekarang saya memiki banyak teman yang saya sayangi.
Dahulu menurut saya guru- guru dimadrasa ini sangat galak atau killer, terutama guru mata pelajaran DKV dan TIK. Namun firasat saya salah malah guru tersebut sangat membatu saya untuk mengetahui segala sesuatu dalam kemajuan teknologi. Dan biar pun ada guru yang galak malah itu membantu saya untuk bermotivasi agar saya belajar lebih giat lagi.
Pada tahun 2014, aku mulai masuk di Madrasah sebagai siswa baru, saat awal masuk sekolah saya merasa belum nyaman dengan peraturan di Madrasah ini, namun seiring jalannya waktu saya membiasakan untuk mematuhinya dan ternyata peraturan itu sangat bermanfaat bagi saya dan kelancaran belajar saya di sekolah.
Dan dahulu saya memiki satu teman karna saya orang yg termaksud susah untuk bersosialisasi namun saya harus merubah sikap kejelekan saya itu seiring bertambahnya usia saya, dan sekarang saya memiki banyak teman yang saya sayangi.
Dahulu menurut saya guru- guru dimadrasa ini sangat galak atau killer, terutama guru mata pelajaran DKV dan TIK. Namun firasat saya salah malah guru tersebut sangat membatu saya untuk mengetahui segala sesuatu dalam kemajuan teknologi. Dan biar pun ada guru yang galak malah itu membantu saya untuk bermotivasi agar saya belajar lebih giat lagi.
Langganan:
Postingan (Atom)
Bismillahirrohmanirrohim. Singkat sejarah Habibana Abdullah bin Ja'far Assegaf. Abahnya sering bercerita, ada satu keluarga mempuny...
-
Aku Dan Madrasah Pada tahun 2014, aku mulai masuk di Madrasah ...







